Menagih Janji Institusi: Menavigasi Demokrasi di Tengah Arus Konsolidasi Kekuasaan
Setiap kali hajatan politik besar usai, ada sebuah desah lega yang kolektif sekaligus kecemasan yang menggantung di udara. Kita sering kali merasa bahwa setelah bilik suara dilipat, tugas sejarah kita sebagai warga negara telah tuntas. Namun, sejarah tidak pernah berjalan linear, apalagi dalam lanskap politik Indonesia yang selalu berada di persimpangan jalan yang membingungkan . Hari-hari ini, kita tidak sekadar menyaksikan transisi kepemimpinan, melainkan sedang menguji daya tahan fondasi bangunan republik yang kita sebut demokrasi. Persimpangan ini bukan lagi tentang siapa yang menduduki kursi empuk di Istana, melainkan tentang kemana arah kapal besar ini akan berlayar menuju p endewasaan institusional atau kembali terjerembab dalam pelukan pragmatisme kekuasaan yang purba . Persoalan utama yang membayangi kita adalah kecenderungan kuat ke arah stabilitas yang dipaksakan melalui konsolidasi kekuasaan yang terlampau gemuk. Memang benar, pemerintahan yang stabil menjanjikan efisiensi ...