Posts

Analisa

Menagih Janji Institusi: Menavigasi Demokrasi di Tengah Arus Konsolidasi Kekuasaan

Image
Setiap kali hajatan politik besar usai, ada sebuah desah lega yang kolektif sekaligus kecemasan yang menggantung di udara. Kita sering kali merasa bahwa setelah bilik suara dilipat, tugas sejarah kita sebagai warga negara telah tuntas. Namun, sejarah tidak pernah berjalan linear, apalagi dalam lanskap politik Indonesia yang selalu berada di persimpangan jalan yang membingungkan . Hari-hari ini, kita tidak sekadar menyaksikan transisi kepemimpinan, melainkan sedang menguji daya tahan fondasi bangunan republik yang kita sebut demokrasi. Persimpangan ini bukan lagi tentang siapa yang menduduki kursi empuk di Istana, melainkan tentang kemana arah kapal besar ini akan berlayar menuju p endewasaan institusional atau kembali terjerembab dalam pelukan pragmatisme kekuasaan yang purba . Persoalan utama yang membayangi kita adalah kecenderungan kuat ke arah stabilitas yang dipaksakan melalui konsolidasi kekuasaan yang terlampau gemuk. Memang benar, pemerintahan yang stabil menjanjikan efisiensi ...

Mengaji Pancasila

Image
Di alam pikiran masyarakat Indonesia, Pancasila adalah hal yang umum dikenal dan dipahami sebagai sebuah ideology kebangsaan, walaupun tidak sedikit pula yang mengenal Pancasila hanya sebagai sebuah symbol yang tak sempurna, mengenal nama tapi tak menghafal poin-poin yang terkandung dalam Pancasila. Belum lagi Pancasila tak dipahami secara makna dalam setiap sila-silanya. Tak dapat dipungkiri bahwa secara umum dalam alam pikir kebanyakan masyarakat Indonesia, Pancasila masih dipahami hanya dalam dataran secara aksidental, belum mengarungi secara subtansial mengenai Pancasila itu sendiri. Ini masalah yang sangat mendasar, yang seharusnya dunia pendidikan kita harus dapat melahirkan sebuah paradigma umum tentang Pancasila dengan narasi-narasi subtansial sebagai azas dalam berbangsa dan bernegara Indonesia, yang kemudian dapat menyatu dalam tindakan-tindakan ideologis masyarakat Indonesia. Bahwa betul, Pancasila lahir dalam dinamika perjuangan bangsa ini, tetapi seharusnya Pancasi...

Memahami Resonansi Pergerakan

Image
Dalam hidup ini, manusia tidak dapat menghindari yang namanya politik. Memaknai kehidupan tentang apa dan bagaimananya untuk hidup itu merupakan persoalan politik, makanya tidak sedikit pemikir mangatakan bahwa sesungguhnya manusia itu adalah mahluk politik. Pusaran kehidupan berputar dalam diagram kesemestiannya, dan manusia bergerak, penggerak dan penjewantah kesemestian kehidupan itu. Dalam kajian-kajian fitrah, kita banyak menemukan kesimpulan bahwa manusia selalu mengarah kepada kefitrahannya, dan fitrah dirumuskan sebagai kehendak menuju pada kebaikan serta kesemestian itu, tabiatlah yang terkadang yang datang merusaknya. Disinilah peran politik, berfungsi untuk menciptakan ruang positif bagi kefitraan, dan menghambat laju tabiat dalam menguasai hidup manusia. Walaupun sebenarnya kita terkadang tersesat dalam memahami alur narasi politik, mungkin karena bacaan yang ada menghimpit kita dalam satu paradigma tentu, tanpa membandingkan paradigma politik yang lain. Sehingga ...

Mengaji Demokrasi

Image
Demokrasi adalah kata atau konsep yang tak pernah usang diperbincangkan, walaupun umurnya tak setua manusia yang saat ini yang banyak membicarakannya. Kata inipula sering dipakai oleh negara kuat menjajah atau mengakspansi negara lemah, ketika kepentingannya tidak diamini. Pengalaman sejarah banyak membuktikan kebanyakan negara di Timur Tengah dan banyak negara dari benua lainnya hancur lebur karena negara-negara kapitilastik menjatuhkan bom, mengkudeta penguasanya, berangkat dengan alasan bahwa negara beserta penguasanya sangat tidak demokratis, telah melanggar hak asasi manusia. Walaupun sebenarnya alasan itu pun juga sangat tidak demokratis dan melanggar hak asasi manusia itu sendiri. Lalu bagaimana dengan Indonesia ? Potret demokrasi di Indonesia tentu hampir tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi dibelahan dunia manapun, walaupun terkadang narasi demokrasi yang banyak dikampanyekan tak memiliki jenis kelamin yang tetap, semua tergantung siapa yang meneriakkan apa dan ke...

Gersangnya Nalar Intelektual Muda

Image
Rusuh itulah riuh narasi kehidupan yang terjadi beberapa hari belakang ini, di negeri dikenal dengan ideologi Pancasilanya. Elemen- elemen intelektual muda (katanya) turun memenuhi panggung demontrasi dengan teriakan-teriakan kekecewaan, mungkin juga sinis maupun bernada ancaman. Dalam dunia demokratis itu telah menjadi biasa, sedikitnya pernyataan ini banyak diamini kebanyakan orang.  Gerakan aksi massa elemen intelektual muda, walaupun tidak sedikit yang tua-tua ikut nimbrung teriak karena mungkin gagal move on dalam kontestasi politik, menjadi gelombang riuh sebagai sombol dalam ruang-ruang kritis, yang dianggap   pelanjut estafet para pendahulu yang berhasil menumbang rezim otoritatarian yang berpernah berlaku di bangsa ini. Tentu tindakan aksi massa bukan sebuah hal yang tabu untuk dilakukan, yang memang seharusnya elemen intelektual muda tidak boleh tinggal diam, tetapi tetap kritis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dengan maksud agar tetap berada poros c...

Demokrasi Tersandera Tahun Politik

Image
Alangkah beratnya beban yang ditanggung oleh bangsa ini, terlepas dari jeratan orde baru menuju alam demokrasi, belum mampu memberikan angin segar bagi kemajuan dan kedewasaan dalam berpolitik. Namun, semakin jauh dari skema besar yang telah ditancapkan oleh para pendahulu bangsa ini dengan terkotak-kotaknya masyarakat dari narasi demokrasi yang digaungkan elit politik yang minim prestasi dan nihil sinitasi diri. Mungkin kita perlu membaca lagi, lalu merenungkan secara mendalam dengan hati bersih, bagaimana gagasan besar yang diinginkan oleh pendiri bangsa, agar proses dan praktek demokrasi tidak keluar dari panggung sejarah dan asupan demokrasi yang sesungguhnya dari gegap gempitanya panggung politik. Demokrasi dengan simbol kebebasan perpendapat dan berekspresi seharusnya berisi gagasan-gagasan kaya makna, telah dimaknai miskin makna dengan bebas tanpa batas mengutarakan apa saja dibenak masing-masing walau mengandung sentimen tribalistik. Atasnama kebebasan berpendapat ini p...

Meiliana & Tertindasnya Kaum Minoritas

Image
Kasus yang melanda ibu Meiliana telah menggambarkan kepada kita dari sekian banyak gambaran yang ada, bahwa eskalasi kebencian akan terus semakin tinggi, jika kita terus membiarkan ormas atau kelompok tertentu berkembang biak dengan segala caranya dalam menanggapi berbagai persoalan, yang berlindung dan bertopeng dibalik payung hukum penistaan agama, tetapi doyan merusak ketertiban dan kerukunan. Hukum universal agama yang selayaknya mem perjuangkan kemanusiaan dan welas asih telah dilindas oleh kaum-kaum yang onar membuat keribuatan dengan simbol agama. Minoritaspun harus tunduk dan takut terhadap mayoritas yang menghalalkan segala cara untuk menindas dan merusak kelompok-kelompok tertentu yang tak punya kekuatan untuk melindungi diri. Pluralisme dan toleransi pun hanya sekedar konsep dan konteks dasar yang melindungi kaum mayoritas, dengan berbagai desakan dan kebijakan melalui presentasi sepihaknya. Curhat yang sekedar berbentuk pertanyaan tentang volume pengeras suara adz...